1.
Sejarah
Efek Tyndall
John Tyndall adalah
penemu Efek Tyndall. John Tyndall adalah seorang ilmuwan fisika dari Irlandia
yang lahir pada tanggal 2 Agustus 1820. . Melalui
penelitiannya Tyndall menemukan gejala penghamburan sinar oleh partikel koloid
yang kemudian di kenal dengan Efek Tyndall pada tahun (1820-1893),
Pada tahun 1869, Tyndall menemukan bahwa apabila suatu berkas cahaya
dilewatkan pada sistem koloid maka berkas cahaya tadi akan tampak. Tetapi
apabila berkas cahaya yang sama dilewatkan pada dilewatkan pada larutan sejati,
berkas cahaya tadi tidak akan tampak. Oleh karena itu sifat itu disebut efek
tyndall.
Efek Tyndall juga dapat menerangkan mengapa langit pada siang hari berwarna
biru, sedangkan ketika matahari terbenam di ufuk barat berwarna jingga atau
merah. Hal tersebut dikarenakan penghamburan cahaya matahari oleh
partikel-partikel koloid di angkasa, dan tidak semua frekuensi sinar matahari
dihamburkan dengan intensitas yang sama. Hal inilah yang menjelaskan apa yang
terjadi pada warna-warna pelangi.
John Tyndall meninggal pada 4 Desember 1893 pada usia 73 tahun karena
kecelakaan overdosis obat.
2.
Pengertian
Efek Tyndall
Efek Tyndall ialah penghamburan cahaya oleh partikel koloid, jika seberkas cahaya dilewatkan
pada koloid. Peristiwa di mana jalannya sinar dalam koloid dapat terlihat
karena partikel koloid dapat menghamburkan sinar ke segala arah.
. Adapun contoh dari Efek Tyndall dari kehidupan sehari-hari adalah :
1) Di bioskop,
jika ada asap mengepul maka cahaya proyektor akan terlihat lebih terang.
2) Sorot lampu
mobil pada malam hari yang berdebu, berasap, atau berkabut akan tampak jelas.
3) Berkas sinar
matahari yang melalui celah daun pepohonan pada pagi hari yang berkabut akan
tampak jelas.
4) Terjadinya
warna biru di langit pada siang hari. Hal ini disebabkan karena udara
mengandung partikel-partikel koloid yang berupa debu, awan, dan kabut.
5) Debu dalam
ruangan akan terlihat jika ada sinar masuk melalui celah.
bagus (y)
BalasHapus